T E V A Z U

A journal of life and modest style.






Musim semi telah tiba. Banyak bunga-bunga cantik mulai tumbuh di sepanjang jalan. Mataharipun sudah tak malu lagi untuk bersinar lama di atas sana. Cuaca yang cerah seperti ini membuat semangat dalam diri bertambah. Tidak ada lagi langit gelap seperti dalam musim gugur sampai musim dingin lalu. Ah, rasanya ingin terus keluar rumah menikmati cuaca dan udara yang segar ini.

Cuaca di Hannover sebenarnya belum sepenuhnya hangat. Minggu lalu tiba-tiba salju (dengan tetap ada matahari), tapi hari ini dan minggu-minggu berikutnya diperkirakan akan cerah terus, in syaa Allah. Senang rasanya, suasana musim panas sudah mulai terasa. Itu berarti, tidak ada lagi jaket tebal dan badan bisa saja mulai berkeringat karna akan mulai banyak aktivitas di luar ruangan.

Bagi saya yang belum diijinkan dokter untuk melakukan olahraga cardio, keringat tetap bisa keluar ketika sedang mengejar bus, tram atau naik tangga dalam satu bangunan. Dan bagi saya, keringat itu membuat badan lebih segar dalam bergerak. Seperti yang kita tahu, keringat bisa memperlancar sirkulasi darah, menurunkan stress, membuang racun dari dalam tubuh, membakar kalori, dan membuat kulit lebih sehat.

Tetapi, bagi sebagian orang mungkin tidak begitu suka dengan keringat karena bisa menimbulkan mikroorganisme berbahaya seperti jamur yang bisa membuat kulit gatal-gatal dan kemerahan. Dan yang paling sering terjadi di negara tropis maupun negara lain di musim panas, adalah keringat bisa meninggalkan bercak kekuningan pada pakaian di beberapa area tertentu, juga meninggalkan bau yang kurang sedap.

Seperti yang saya alami sekarang. Saya sudah mulai terganggu dengan bau keringat orang-orang sekitar ketika naik trasnportasi umum. Dengan begitu, saya juga jadi lebih aware akan kondisi badan saya sendiri. Dari mulai mandi secara rutin, memakai lotion yang teksturnya light, sampai pemilihan body scent yang wanginya tidak terlalu strong seperti Vitalis Body Scent - Bless.



Saya pilih Vitalis dengan varian Bless karena tertarik dengan wewangian bunga-bunga yang ada di dalamnya, seperti jasmine, dewberry, apple, freesia dan gourmand. Hasil campuran bunga-bunga tersebut menciptakan harum yang manis sekali dan juga segar.

Satu tips dari saya, pakai body scent atau parfum sebelum pakai baju agar wanginya tahan lama dan tidak merusak pakaian, kerudung maupun perhiasan yang kita pakai. Cukup semprotkan pada bagian-bagian tertentu seperti, leher, pergelangan tangan, maupun pergelangan kaki. Jadi, #memesonaitu adalah membuat diri sendiri nyaman terlebih dahulu, lalu orang di sekliling kita pun bisa merasakan kenyamanan seperti yang kita rasakan.

Kalau kalian, lebih suka varian bunga Vitalis yang mana ? Ikuti flower test disini yuk untuk tahu yang mana pilihan varian yang cocok dengan kepribadianmu! Ssssttt, siapa tahu kamu bisa menangkan 1 buah iPhone 6S atau 5 voucher Sodexo serta berbagai hampers lainnya lho!

Good luck!


adalah ketika kita bisa memetakan visi hidup kita sendiri. Bisa sebagai perempuan yang bekerja atau tidak bekerja, bisa sebagai perempuan yang sudah menjadi ibu ataupun belum menjadi ibu. Menurut saya itu penting, karena hal itu menjadi dasar untuk menentukan misi apa yang akan kita pilih dan jalankan untuk mencapainya.




Saya selalu terpesona setiap kali melihat perempuan yang hidupnya terencana dengan baik. Dilihat dari cara berpikir, berpakaian, beragama dan bersosial semua dilakukan dengan baik dan benar. Atau dengan istilah lain yang sering kita dengar, adanya keseimbangan antara habluminallah dan habluminannaas.

Konsisten dalam perencanaan hidup memang bukan hal yang mudah. Tetapi akan jauh lebih sulit apabila kita tidak tahu kita harus apa dan bagaimana dalam hidup ini. Memetakan rencana hidup juga bukan berarti kita dituntut untuk selalu mengikuti pola hidup orang lain yang sama. Itulah mengapa, kita harus membuat pola sendiri sesuai pemikiran dan kepribadian kita masing-masing.

Di umur yang sebentar lagi memasuki kepala tiga, membuat saya dan suami wajib menyisihkan waktu untuk membicarakan tentang rencana keluarga kami. Mulai dari tempat tinggal sekarang, tempat tinggal saat masa pensiun nanti tiba, pendidikan akademik dan non akademik untuk buah hati kami kelak, bahkan sampai peningkatan kualitas diri sebagai makhluk beragama juga bersosial. Semua sering kami bicarakan dengan suasana santai, tanpa ambisi yang berlebihan. Dengan cara inilah, paling tidak kami jadi bisa tahu tugas masing-masing dari kami harus bagaimana untuk mewujudkan tujuan keluarga  kecil kami.

Peta hidup ini bisa juga menjadi rem atau pengingat kita disaat kita sedang diuji. Tidak bisa dipungkiri, bahwa dalam hidup akan selalu ada ujiannya. Entah bersifat kesenangan, atau kesulitan. Jadi karena kita sudah tahu ujungnya akan seperti apa, in syaa Allah kita bisa lebih mudah menerima dan menjalankan ujian-ujian yang akan datang.

Ada contoh menarik lain. Saya mempunyai teman (seumuran), yang selama hidupnya dan sampai detik ini, dia tidak tahu tujuan hidupnya apa. Bahkan saat masalah besar melanda, dia juga tidak tahu apa masalahnya dan kenapa masalah-masalah tersebut bisa terjadi. Jadi otomatis dia pun tidak tahu harus menjalani  hidup seperti apa dan bagaimana. Katanya “gue mah let it flow aja”. Beruntung, dia dikelilingi oleh keluarga serta teman-teman yang baik, yang selalu ada dan menolongnya  saat dia bingung menghadapi ujian hidup. Meskipun seringkali, nasihat itu tidak digubrisnya. Ya seperti yang saya katakan, dia kan tidak tau apa masalahnya, jadi dia juga tidak tahu harus cari solusi yang bagaimana. Ada tidak di lingkungan kalian, orang-orang yang seperti ini ?

Tapi kembali lagi, bagaimana punya hidup yang tidak bertujuan ? Seperti travelling, bagaimana kita bisa memutuskan akan naik kendaraan apa ke negara tujuan kita, kalau negara tujuannya saja kita tidak tahu ?

Jadi #memesonaitu bukanlah semata-mata tentang fisik yang sempurna, harta yang berlimpah, seberapa tinggi akademik yang sudah kita raih, seberapa besar omset perusahaan yang sudah kita hasilkan, seberapa banyak branded stuff yang sudah kita miliki, seberapa sering kita travelling, seberapa banyak orang yang kenal kita, dan lain sebagainya.






Seperti yang saya jelaskan di awal paragraf, #memesonaitu disaat kita sebagai wanita tau tujuan akhir hidup kita, tau kapasitas diri sendiri akan tujuan tersebut, berani memilah mana yang baik dilakukan dalam kehidupan beragama dan bersosial, dan istiqomah dalam menjalani segala ikhtiar untuk mencapai tujuan tersebut sesuai porsinya, tanpa ambisi yang berlebihan & tanpa ekspektasi yang terlalu tinggi.

Kalau menurut kamu, apa arti #memesonaitu ?

Yuk ikutan blog competition “Memesona Itu“ dengan cara, daftar di http://www.pancarkanpesona.com/memesonaitu?utm_source=blog%20puteri lalu submit blog link dan post cerita kalian sebelum 10 April 2017. Akan ada hadiah 2 kamera mirrorless untuk 2 orang, dan 5 voucher MAP sebesar  IDR 1.000.000 serta 20 hampers menarik.

Klik disini untuk informasi lebih lanjut.
Assalamu'alaikum!

Sebelum pindah ke Hannover, banyak hal yang dipersiapkan. Mulai dari barang apa saja yang paling perlu dibawa, sampai research untuk produk perawatan wajah sekaligus badan apa yang perlu diganti.

Kalau wajah, aman karna banyak sekali referensi dari blogwalking dan dari website-website khusus ulasan produk kecantikan. Hanya saja, saya agak kesulitan mencari produk apa yang pas untuk kulit badan. Karena punya pengalaman ketika di Maroko, kulit kaki saya pernah lecet dan luka, jadi saya agak was-was dengan pergantian air dan udara nanti di Hannover.

Nah, semenjak sampai di sini. Saya akhirnya keliling kota untuk cari langsung produk yang pas untuk kulit badan saya. Pertama ke toko Rituals, lalu selanjutnya ke L'Occitane. Saya sudah beli beberapa produk dari dua brand ini tapi belum saya coba semua, jadi belum bisa di-review. Nah, kali ini saya akan bahas brand ketiga yang saya temukan, yaitu Wellness & Beauty.

Saya menemukan Wellness & Beauty di Rossman (drugstore). Pertama saya liat kemasannya dulu. Lucu! Biasa yaa perempuan. Asal lucu pasti bisa jadi alasan untuk beli barang. Padahal definisi lucu yang perempuan maksud kadang ga sama dengan apa yang laki-laki pikir. Hehe.


Exfoliate! Itu yang saya inginkan sekarang. Yaa, sejak diopname 3 minggu dan pemulihan satu bulan sampai seluruh jahitan kering, pasti badan saya penuh dengan kulit mati karna hanya bisa waslap. Dan akhirnya saya bisa exfoliate kulit badan saya dengan Körperpeeling ini. Ini semacam lulur scrub dengan almond dan ekstrak bambus. Sama dengan cara pemakaian lulur yang lain, saya hanya gosokkan saja sampai si kulit mati terangkat semua. Setelah seluruh bagian selesai, lanjut dengan Milchbad. Ini semacam mandi susu yang kandungannya terdapat shea butter, susu almond dan vitamin E. Jadi, setelah exfoliate, pasti kulit jadi lebih kering. Maka itu dibutuhkanlah Milchbad ini untuk melembabkan kembali kulit kita.

Saya baru pakai dua kali produk Wellness & Beauty ini. But I'm impress! Nggak terlalu mahal tapi bagus sekali hasilnya. Kulit mati terlihat jelas, seperti hasil scrubbing di salon. Kulit saya yang selama sakit keriput (karena kering dan belum boleh mandi), akhirnya bisa kembali elastisitasnya. Pun dengan kekusamannya yang sedikit demi sedikit pudar dan terlihat lebih cerah. Alhamdulillah.

Oiya, ini untuk teman-teman yang ada di Indonesia. Kalau mau coba atau mau beli produk-produk Eropa, bisa liat Instagram @schatzi_id yaa. Teman saya Rizka buka PO dan akan pulang ke Indonesia sebentar lagi. Jadi bisa titip lewat Schatzi ID. In syaa Allah amanah. :)

Kalau ada teman-teman yang tinggal di Eropa, boleh dong share produk badan kalian apa saja dan bagaimana. Saya akan dengan senang hati baca review kalian! :)

Refleksi itu apa sih ?

Menurut KBBI, arti Refleksi adalah sebagai berikut :

/re·flek·si/ /réfléksi/ 1. Gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar: penyair pada hakikatnya adalah suatu -- dari masyarakat sekelilingnya; 2. Gerakan otot (bagian badan) yang terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran; 3. Cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dari kecintaan terhadap bahasa itu.

Lalu bagaimana tentang refleksi seseorang dalam kehidupan sosialnya ? Apakah benar kalimat "don't judge a book by it's cover ?" Ataukah justru kita boleh menilai sesorang dari luarnya, karna hati siapa yang tahu ?

Hannover, Germany
Hari ini saya sengaja keluar rumah sendiri untuk pertama kalinya pasca laparotomy. Nekat memberanikan diri karena cuaca sangat bagus untuk bisa dinikmati. Jadi saya putuskan untuk pergi ke area Rathaus. Sejak pindah ke Hannover, saya belum sempat mengunjungi touristy places disini. Begitu sampai di depan Rathaus, terdapat danau kecil yang cantik dan terlihat merefleksikan beberapa pohon yang ada disekitarnya. Karena pohonnya cantik, maka refleksinya pun cantik. Lalu saya langsung teringat pada negara tercinta saya, Indonesia. Bukan, bukan homesick. Tapi saya sedih melihat semua yang terjadi di Indonesia beberapa bulan ini. Negeri yang indah & kaya sedang "diacak-acak" keindahan & kekayaannya. Bukan hanya oleh petinggi negeri ini, tapi juga oleh rakyatnya sendiri.

Kalau boleh dihubungkan dengan topik "Reflection" kali ini, saya mau bertanya pada semua teman se-akidah saya, bagaimana kah kalian merefleksikan keimanan kalian dalam kehidupan sehari-hari ? Apakah refleksi luar tak menjadi pertimbangan & penilaian kalian ketika memilih sekolah, perusahaan, partner bisnis bahkan jodoh ? Saya coba berikan sedikit analogi ya.

Analogi pertama :
Misal si A ingin mendaftar ke Universitas XY. Lalu si B, teman sekolahnya A mengatakan bahwa Universitas XY itu jelek karna pernah tawuran (hanya lihat di media tanpa tahu dalamnya kampus tersebut seperti apa dan bagaimana). Lalu A telan mentah-mentah perkataan si B dan tak jadi mendaftar di Universitas XY. Sedangkan si B terus menfitnah sekolah tersebut ke temannya yang lain, hanya agar dia bisa satu sekolah lagi dengan teman-temannya.


Analogi kedua :
Misal, si Rangga ingin khitbah si Cinta. Lalu sebelumnya, Rangga cari tau dulu bagaimana refleksi seorang Cinta dari habluminnallah-nya dan habluminannaas-nya. Bukan percaya gosip si ini dan si itu. Juga bukan dari proses pacaran yang (terima atau tidak) memang banyak mudharatnya.

Kira-kira, mana yang lebih sering terjadi ? Analogi pertama atau kedua ? Menilai orang hanya dari yang tampak lalu menyebar fitnah, atau menilai orang dari yang tampak plus cari tahu dari yang sengaja disembunyikan lalu bijak dalam mengambil keputusan ?

Kalau boleh bersuara sedikit saja, saya disini bukan mau sok pintar dan sok suci seperti yang kalian sering tuduhkan ke para pendukung #AksiDamai411. Tapi hanya saja, saya ingin mengingatkan bahwa kita perlu melihat refleksi seperti apa yang kita (sebagai muslim) pantulkan selama ini.

Sudah sempurna kah sholat kita hingga kita berhak menghujat ulama kita yang ibadah sholatnya jelas jauuuh diatas kita ? Sudah rutinkah sedekah kita hingga kita berhak memfitnah teman se-akidah kita dibayar IDR 500K per orang saat #AksiDamai411 ? Sudah banyakkah surat dalam Al-Qur'an dan hadith yang kita hafal hingga kita berhak memaki hafidz dan ahli tafsir ? Jika jawabannya belum, dan masih hidup sebagai manusia hedon', maka diamlah, perbaiki diri dan cukup berdoa agar bangsa ini masih diselamatkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan begitu, kita turut membantu merefleksikan keindahan Islam yang sebenarnya.

Ayat dibawah ini adalah pesan dari langit untuk kalian yang sering bertanya "Untuk apa bela agama Allah ? Padahal Allah itu tetap mulia tanpa kalian bela. Pun dengan Qur'an yang tetap suci & mulia tanpa kalian bela".

QS. Al - Hadid (57 : 25)

 أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖوَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚإِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa".

Tulisan ini saya buat bukan untuk memperkeruh suasana. Juga bukan untuk menghakimi teman-teman muslim saya yang kontra akan #AksiDamai411. Ini untuk saya sebagai self reminder karena murni ini keresahan hati saya yang jelas masih miskin ilmu. Juga untuk teman-teman yang pro agar tetap tawadhu.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melindungi kita dan negeri ini dari segala fitnah dan kedzoliman.
Assalamu'alaikum!

Alhamdulillah senang bisa kembali menulis di blog sendiri setelah diopname di Jakarta lama, lalu persiapan pindah ke Jerman dan sampai Jerman juga masih harus diopname.

Kali ini saya belum mau cerita tentang apa yang saya alami beberapa bulan ini. Tapi saya mau berbagi tentang masker wajah yang lamaaa sekali saya tidak gunakan.

Yep, saya belum pernah memang share tentang masker apa saja sih yang saya gunakan selama ini. Sejujurnya saya ini pecinta masker, mulai dari clay mask, mud mask sampai sheet mask.

Intermezzo sedikit, sejak saya sakit dari Ramadhan lalu sampai sekarang, intensitas saya membersihkan wajah bahkan melakukan rutinitas skincare pada biasanya, bisa dihitung jari. Karena untuk angkat badan saja rasanya berat, apalagi merawat muka. Selama diopname, pasca laparoscopy dan laparotomy disini pun hanya diperbolehkan waslap badan. Dengan keadaan seperti itu, membuat kulit wajah saya sangat kusam dan kulit mati menumpuk.

Nah, kalau di Jakarta, saya bisa langsung pergi ke klinik kecantikan untuk membersihkan wajah, tapi lain dengan disini. Jadi andalan saya ya masker wajah untuk exfoliate dan mengecilkan pori-pori.

Say hello to my new holy grail face mask from Origins!
Beberapa merk clay mask sudah pernah saya coba. Tapi yang ampuh dan terlihat nyata perubahan di wajah, so far hanya Origins. Kandungan active charcoal-nya membuat sedikit rasa tingling ketika diaplikasikan ke wajah. Tapi rasa itu hanya sebentar sebelum seluruh maskernya kering. Beberapa teman ada yang memakainya sebagai overnight mask, tapi saya hanya berani pakai 20-30 menit, karena kulit saya agak sensitif dan tipis.

Dengan kondisi berbulan-bulan tanpa perawatan wajah, saya fokus untuk exfoliate kulit saya dalam seminggu 3x. Artinya, dalam waktu pemakaian masker Origins ini, setelah saya bilas, saya lanjutkan dengan exfoliate toner. Begitu terus sampai benar2 terlihat si kulit mati terangkat, dan pori-pori mengecil.

Kekurangan dari masker ini adalah baunya (ya, khas bau charcoal sih) dan ketika membilasnya (langsung kotor hitam-hitam). Tapi dua kekurangan ini bisa ditutupi dengan kelebihan-kelebihan yang saya jelaskan diatas.

Masker ini sayangnya juga belum ada di Indonesia. Dan nggak semua online shop menjualnya. Beruntung sejak saya pindah ke Jerman, alhamdulillah jadi mudah untuk beli produk Origins.

Nah, kalau teman-teman merasakan problem yang sama dengan saya, tertarik dan mau beli produk Origins, bisa titip teman saya di Instagram @schatzi_id atau @xu.me_ dan nanti dikirim ke Indonesia. Jadi boleh dicek langsung ke sini ya!

Assalamu'alaikum,

Ketika semua orang membicarakan Pixi Glow Tonic, justru saya mau bahas Pixi Glow Mist. This is not a sponsored post ya. Jadi murni pengalaman sendiri. Eh, kalopun ada post berbayar, in syaa Allah juga nggak pernah menulis yang tidak dialami sendiri sih, alhamdulillah. :p

Saya beli mist ini kalau tidak salah di TWL Cosmetics. Kenapa tidak tertarik untuk membeli tonicnya ? Karena saya tipe yang kurang begitu suka membeli barang yang over-rated. Adakah yang seperti saya ? Kalau ada, ngacung di kolom komen ya.

Face mist yang biasa saya pakai adalah Avene. Mist terbaik untuk hydrates menurut saya. Kemudian tertarik dengan Pixi Glow Mist karna melihat kandungan yang terdapat di dalamnya, yaitu Argan Oil. Dimana saya penasaran sekali dengan oil yang satu ini. Saya sudah mencoba coconut oil dan maracuja oil. Dan sampai saat ini, maracuja is still the best beauty oil I think. But maybe next time I would love to try a 100% Argan Oil from Josie Maran.

Jadi dalam face mist ini tidak hanya mengandung argan oil, tetapi 12 minyak natural lainnya, propolis, aloe vera dan extract buah-buahan. Berarti seharusnya face mist ini sangat baik untuk kulit kita.

Kalau menurut petunjuk pemakaian, face mist bisa digunakan kapan saja. Misal, setelah makeup pakai ini, bisa membuat efek dewy finish pada wajah kita. Lalu, kapanpun kita ingin wajah kita segar, tinggal kita semprotkan beberapa ke bagian wajah dan leher.

Pertama coba, saya pakai ini setelah saya makeup. Dan ya, memang tampak hasil dewy finish, tapi saya tidak sarankan untuk pakai ini setelah makeup. Karena kandungan natural oils dan formulanya yang sticky, membuat makeup tampak tidak menempel dan malah jadi berminyak. Jadi, Avene masih menjadi face mist favorit saya untuk hydrates wajah setelah makeup.

Setelah pengalaman tersebut, saya pakai face mist ini hanya ketika tidak makeup dan di rumah seharian. Karna kita jadi tidak perlu pakai pelembab. Tinggal semprotkan Pixi Glow Mist, wajah kita sudah ternutrisi dan terjaga. Dan hasilnya benar-benar dewy, and I love it!

Kalau ada teman-teman yang punya pengalaman berbeda dengan Pixi Glow Mist, yuk sharing di kolom komen! ;)














Assalamu'alaikum,

Menurut kalian, apa sih arti pertemanan ? Kalian happy nggak sih dengan pertemanan kalian saat ini ? Atau teman-teman kalian hanya dianggap sebagai orang yang sebatas menemani kalian belanja dan makan minum ? Atau sudah bisakah kalian membedakan arti teman atau sahabat yang sebenarnya ?

Saya orang yang jarang sekali posting foto teman-teman saya di Instagram. Saya jauh lebih nyaman berbagi kebahagiaan di Path, karna ruang lingkup yang memang hanya teman saya yang bisa lihat. Bagi saya, perempuan-perempuan cantik di foto dalam post saya kali ini adalah beberapa orang penting yang Allah hadiahkan untuk saya. Dari semasa kita kecil sampai di umur yang sekarang pasti kita punya sahabat kan ? Nah, mereka lah salah satu sahabat saya di umur saya yang sekarang, di dunia fashionpreneur. Kalau di masa sekolah sampai kuliah, ya berbeda lagi.

Apakah sahabat harus orang yang selalu chat dengan kita tiap hari ? Atau harus ketemu tiap saat ? No. Kami bertemu dan chat justru jarang sekali. Apalagi teteh-teteh Monel yang berdomisili di Bandung membuat saya susah ketemu mereka. Makanya paling happy kalau ada event di Bandung. Bisa sambil kerja sekalian silaturahmi. Berbeda dengan Kak Novie yang mudah saya temui di Jakarta. Saya sering main ke rumahnya pun ke klinik kecantikan bersama.

Banyak ilmu dan inspirasi yang saya dapatkan dari para senior saya ini. Merekapun tak pelit ilmu. Bahkan terlalu sering menjadi penolong saya ketika diawal-awal saya merintis bisnis. Pertemanan kami tidak seromantis pertemanan anak-anak muda dimasanya. Ketika kami bertemu, kami cerita banyak hal yang terjadi dalam hidup masing-masing. Kalau ada masalah, tak segan kami bercerita satu sama lain. Trust, itu yang jadi pegangan pertemanan di usia sekarang. Bukanlah teman yang bisa diajak happy--happy saja, melainkan teman yang bisa mendengarkan apa masalah kita, bicara salah meskipun teman kita salah, membela apabila teman kita benar. Kalau dari penjelasan saya , kesannya serius banget ya pertemanannya ? Aslinya mah enggaa.. Of course we did much silly things. Dan nggak lupa, biar terasa muda terus, sesi foto nggak boleh ketinggalan dong. Hehe. Kalau sudah jarang ketemu, melihat album foto adalah salah satu hal yang menyenangkan. Serta bisa menjadi motivasi untuk segera silaturahmi kembali.

Dear kakak-kakakku. Semoga ukhuwah ini sampai ke Jannah-Nya ya.

Aamiin yaa rabbal aalaamiin.