T E V A Z U

A journal of life and modest style.

ORIGINS Clear Improvement Mask

By November 15, 2016 ,

Assalamu'alaikum!

Alhamdulillah senang bisa kembali menulis di blog sendiri setelah diopname di Jakarta lama, lalu persiapan pindah ke Jerman dan sampai Jerman juga masih harus diopname.

Kali ini saya belum mau cerita tentang apa yang saya alami beberapa bulan ini. Tapi saya mau berbagi tentang masker wajah yang lamaaa sekali saya tidak gunakan.

Yep, saya belum pernah memang share tentang masker apa saja sih yang saya gunakan selama ini. Sejujurnya saya ini pecinta masker, mulai dari clay mask, mud mask sampai sheet mask.

Intermezzo sedikit, sejak saya sakit dari Ramadhan lalu sampai sekarang, intensitas saya membersihkan wajah bahkan melakukan rutinitas skincare pada biasanya, bisa dihitung jari. Karena untuk angkat badan saja rasanya berat, apalagi merawat muka. Selama diopname, pasca laparoscopy dan laparotomy disini pun hanya diperbolehkan waslap badan. Dengan keadaan seperti itu, membuat kulit wajah saya sangat kusam dan kulit mati menumpuk.

Nah, kalau di Jakarta, saya bisa langsung pergi ke klinik kecantikan untuk membersihkan wajah, tapi lain dengan disini. Jadi andalan saya ya masker wajah untuk exfoliate dan mengecilkan pori-pori.

Say hello to my new holy grail face mask from Origins!
Beberapa merk clay mask sudah pernah saya coba. Tapi yang ampuh dan terlihat nyata perubahan di wajah, so far hanya Origins. Kandungan active charcoal-nya membuat sedikit rasa tingling ketika diaplikasikan ke wajah. Tapi rasa itu hanya sebentar sebelum seluruh maskernya kering. Beberapa teman ada yang memakainya sebagai overnight mask, tapi saya hanya berani pakai 20-30 menit, karena kulit saya agak sensitif dan tipis.

Dengan kondisi berbulan-bulan tanpa perawatan wajah, saya fokus untuk exfoliate kulit saya dalam seminggu 3x. Artinya, dalam waktu pemakaian masker Origins ini, setelah saya bilas, saya lanjutkan dengan exfoliate toner. Begitu terus sampai benar2 terlihat si kulit mati terangkat, dan pori-pori mengecil.

Kekurangan dari masker ini adalah baunya (ya, khas bau charcoal sih) dan ketika membilasnya (langsung kotor hitam-hitam). Tapi dua kekurangan ini bisa ditutupi dengan kelebihan-kelebihan yang saya jelaskan diatas.

Masker ini sayangnya juga belum ada di Indonesia. Dan nggak semua online shop menjualnya. Beruntung sejak saya pindah ke Jerman, alhamdulillah jadi mudah untuk beli produk Origins.

Nah, kalau teman-teman merasakan problem yang sama dengan saya, tertarik dan mau beli produk Origins, bisa titip teman saya Rizka dari @schatzi_id dan nanti dikirim ke Indonesia. Schatzi ID ini menerima PO bukan hanya skincare, juga coklat khas eropa. Jadi boleh dicek langsung ke sini ya!

You Might Also Like

0 comments