T E V A Z U

A journal of life and modest style.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Senang sekali pelan-pelan bisa menulis rutin kembali. Bisa menumpahkan apa yang ada di pikiran ke dalam paragraf panjang. Bukan hanya di caption Instagram.

Kali ini saya mau bahas tentang sabun mandi. Hal yang beberapa minggu belakangan, lumayan menganggu pikiran saya. Kenapa kepikiran ? Karena selama ini yang saya pikirkan hanya sebatas skin care dan hair care. Jarang sekali terlintas tentang body care terutama tentang sabun mandi. Nggak pernah selama ini terpikir ingredient apa yang cocok dengan badan yang sejak pindah ke Hannover jadi tambah kering, dsb.

Mari kita mengingat kembali, apa sih definisi sabun, baik itu sabun cair atau padat ? Pada dasarnya, sabun terbuat dari bahan dasar lemak (fatty acid) serta basa kuat yang melalui proses uji kimia yang biasanya disebut reaksi substitusi. Reaksi dari substitusi pada pembuatan sabun disebut reaksi saponifikasi atau biasa disebut penyabunan. Kira-kira begitu menurut yang saya baca.

Dulu ketika sudah di umur diminta oraangtua membeli sabun sendiri dan memilih sendiri varian sabun mandi yang mau dipakai, saya pasti memilih sabun cair. Dengan minimnya info waktu itu, saya  menganggap sabun batang itu tidak higienis. Bagaimana kalau ada tamu pinjam kamar mandi saya dan pakai sabun batang saya ? Pasti kuman dan bakteri yang ada pada tangan si tamu bisa menempel di sabun batang saya. Dan ketakutan-ketakutan lainnya yang ternyata nggak mendasar.

Sampai di umur hampir 29 tahun ini, pikiran saya mulai terbuka. Kayaknya nggak mungkin deh dengan alasan-alasan tersebut di atas, sabun batang masih exist. Pasti ada alasan khusus kenapa masih banyak sekali yang jual sabun batang.

Sultana of Soap


Saya cukup sering datang ke Lush. Dan tiap ke sana, yang dibeli ya biasanya hanya masker atau face & lip scrub. Sampai kunjungan yang entah ke berapa, kok pandangan saya tercuri di lemari penuh sabun mandi. Biasanya saya kalau mau beli sesuatu, selalu research dulu akan barang yang mau dibeli sebelumnya. Supaya nggak kena rayuan SPG-nya. Hehe. Tapi kali ini, tanpa bekal hasil research biasanya, saya tanya SPG kira-kira sabun mandi apa yang cocok dengan kulit saya. Saya jelaskan bagaimana keringnya kulit saya, terutama di musim dingin.

Akhirnya, dia rekomendasikan saya sabun batang dengan nama Sultana of Soap. Jadi sabun ini terkenal untuk kulit super kering. Sabun ini adalah sabun yang bertekstur. Tapi bukan tekstur yang keras yang malah merusak permukaan kulit. Sabun ini terdiri dari kismis kering dan cranberry kering sebagai exfoliator (it’s truly gentle exfoliator), bergamot oil to uplifting & cleansing. Wangi dari sabun ini kuat banget. But it’s a nice scent. I love it. Dan hasil akhirnyapun melembabkan sekali. Nggak perlu body oil lagi. Tapi tetap harus pakai body lotion setelahnya ya.

 Jadilah saya putuskan beli sabun ini 500 gram. Saya minta dibelah jadi dua, supaya bisa disimpan dengan aman. SPG-nya bilang kalau 500 gram ini bisa dipakai selama maksimal 1 tahun. Wow!

Setelah coba sabun ini, langsung jatuh cinta! Pertama bersentuhan dengan air, sabunnya jadi lembut banget, terasa seperti silky soft sekali. Yang saya suka, sabun ini tidak mengeluarkan banyak busa seperti sabun-sabun batang lainnya yang saya pernah coba. Dan wanginya sangat tahan lama. Kalau saya suka sekali, jadi nggak perlu pakai parfum lagi. Tapi mungkin bagi sebagian orang, bisa saja nggak begitu suka dengan sabun yang terlalu wangi. Untuk harga, memang Lush sedikit pricey dibanding merk lokal ya. 500 gram saya beli dengan harga €28. Tapi saya yakin, merk lokal di Indonesia pasti ada yang menjual sabun batang dengan kualitas bagus dan dengan harga yang lebih terjangkau. Toh, kalau diingat lagi harga segitu untuk 1 tahun berdua suami, nggak rugi.

Untuk kehigienisan yang saya khawatirkan, terjawab waktu saya baca artikel bahwa kuman yang menempel dari tangan orang lain, bisa langsung hilang ketika sabun ini digosok dan badan terbilas dengan air. Alhamdulillah, jadi semakin yakin untuk pakai sabun batang.

Hal lain yang membuat urusan sabun ini jadi panjang karna banyaknya sampah botol sabun yang ada. Saya sih belum bisa disebut pecinta lingkungan, ya. Karena kalau berbelanja dan lupa bawa tas belanja sendiri, saya masih beli plastik. Minumanpun masih sering beli yang botol plastik. Jadi ini hanya keresahan yang lagi-lagi mungkin sotoy. Hehe. Tapi nggak mengada-ada juga, bahwa ini salah satu alasan kenapa saya ingin beralih ke sabun batang.

Yah, kira-kira begitu cerita hari ini. Mudah-mudahan kali ini istiqomah pakai sabun ini. Dan kulit kering ini semakin berangsur lebih baik, in syaa Allah.

Kalau ada yang sudah pakai sabun Lush varian lain, coba dong share ke saya. :)




Assalamu'alaikum semua,

Bulan Desember lalu, suami saya terkena lip herpes. Kami ke dokter, dan dokter bilang di Hannover lagi banyak virus ini. Siapa yang daya tahan tubuhnya sedang lemah, bisa dengan cepat tertular.

Akhirnya dokter memberikan obat anti-virus. Berbeda dengan kebanyakan lainnya, suami saya nggak merasakan sakit di luka yang muncul pada bibir. Karna justru, lip herpes ini menimbulkan sariawan di semua sisi lidah suami saya. Beliau nggak bisa makan, adalah hal paling bikin resah buat saya. Saya masak apapun, nggak ada yang bisa dimakan. Bahkan air putihpun, katanya perih.



Lately I’ve noticed a meaningful increase in products that include one ingredient: propolis.

Nggak pernah sebelumnya kepikiran kasih selain obat dokter, karna dokter dan teman dokter lainnya bilang kalau lip herpes ini akan sembuh sendiri kurang-lebih 7 hari. Tapi 7 hari rasanya lama sekali melihat suami nggak bisa makan.

Qadarullah, ada teman saya di sini - Mbak Mira menyarankan propolis ini untuk membantu mempercepat pemulihan. Setelah dikonsumsi rutin dari hari ke-5 atau ke-6 (saya lupa), alhamdulillah di hari ke-8 kondisi sariawan suami saya membaik dan perlahan bisa makan. Maa syaa Allah senangnya lihat suami kembali makan dengan enak. Selama sakit itu, yang ada di pikiran saya, betapa nikmat Allah banyak sekali. Tapi kita sering lupa bersyukur untuk hal kecil - bisa makan tanpa rasa sakit. Maafkan kami, Yaa Rabb.

Belum selesai sampai di situ. Akhirnya, saya cari tau tentang propolis ini. Yang menarik adalah ternyata popularitas propolis di Korea cukup tinggi, sebagai salah satu ingredient terbaik dalam dunia skincare.

Menurut yang saya baca, berikut adalah keutamaan dalam propolis :

1. Anti-bacterial. Propolis dikenal memiliki kebisaan dalam melawan bakteri yang kuat karna kaya akan flavonoids (anti-oxidant). Mungkin inilah yang bisa membantu kesembuhan suami saya dari lip herpes.

2. Smoothing & softening. Info ini saya dapatkan juga dari Mbak Mira bahwa propolis bisa me-regenerasi sel kulit. Jadi bisa membuat tekstur kulit lebih halus. Ini salah satu alasan saya juga untuk menambahkan propolis ke dalam lip treatment saya.

3. Moisturizing. Yes, it even hydrates skin without a creamy, heavy residue. Semalam saya baru dapat info ini langsung dari beauty expert dari Soko Glam. Sangat disarankan digunakan saat musim dingin seperti sekarang.

4. Soothing & free radical fighting. Anti-oxidant inilah yang bisa membantu kulit apabila terkena sunburns, bahkan juga polusi. Wah, untuk di Jakarta ini akan sangat membantu.

5. Controlling oil production.

Maa syaa Allah.. Siapa yang nggak kaget kan baca kegunaan dari turunan madu, sebanyak itu. Ah, thank you, bees! 😁

Jadi langsung penasaran untuk coba rutin konsumsi ini. Baik diminum ataupun sebagai campuran dalam tahap-tahap skincare saya.

Untuk info lebih lengkap tentang British Propolis ini, kalian bisa tanya Mbak Mira di Instagram @ibunyadaffa ya!

Jazakillah khair, Mbak Mira.

Yang sudah coba propolis, share yuk pengalamannya di sini! 😊






Musim semi telah tiba. Banyak bunga-bunga cantik mulai tumbuh di sepanjang jalan. Mataharipun sudah tak malu lagi untuk bersinar lama di atas sana. Cuaca yang cerah seperti ini membuat semangat dalam diri bertambah. Tidak ada lagi langit gelap seperti dalam musim gugur sampai musim dingin lalu. Ah, rasanya ingin terus keluar rumah menikmati cuaca dan udara yang segar ini.

Cuaca di Hannover sebenarnya belum sepenuhnya hangat. Minggu lalu tiba-tiba salju (dengan tetap ada matahari), tapi hari ini dan minggu-minggu berikutnya diperkirakan akan cerah terus, in syaa Allah. Senang rasanya, suasana musim panas sudah mulai terasa. Itu berarti, tidak ada lagi jaket tebal dan badan bisa saja mulai berkeringat karna akan mulai banyak aktivitas di luar ruangan.

Bagi saya yang belum diijinkan dokter untuk melakukan olahraga cardio, keringat tetap bisa keluar ketika sedang mengejar bus, tram atau naik tangga dalam satu bangunan. Dan bagi saya, keringat itu membuat badan lebih segar dalam bergerak. Seperti yang kita tahu, keringat bisa memperlancar sirkulasi darah, menurunkan stress, membuang racun dari dalam tubuh, membakar kalori, dan membuat kulit lebih sehat.

Tetapi, bagi sebagian orang mungkin tidak begitu suka dengan keringat karena bisa menimbulkan mikroorganisme berbahaya seperti jamur yang bisa membuat kulit gatal-gatal dan kemerahan. Dan yang paling sering terjadi di negara tropis maupun negara lain di musim panas, adalah keringat bisa meninggalkan bercak kekuningan pada pakaian di beberapa area tertentu, juga meninggalkan bau yang kurang sedap.

Seperti yang saya alami sekarang. Saya sudah mulai terganggu dengan bau keringat orang-orang sekitar ketika naik trasnportasi umum. Dengan begitu, saya juga jadi lebih aware akan kondisi badan saya sendiri. Dari mulai mandi secara rutin, memakai lotion yang teksturnya light, sampai pemilihan body scent yang wanginya tidak terlalu strong seperti Vitalis Body Scent - Bless.



Saya pilih Vitalis dengan varian Bless karena tertarik dengan wewangian bunga-bunga yang ada di dalamnya, seperti jasmine, dewberry, apple, freesia dan gourmand. Hasil campuran bunga-bunga tersebut menciptakan harum yang manis sekali dan juga segar.

Satu tips dari saya, pakai body scent atau parfum sebelum pakai baju agar wanginya tahan lama dan tidak merusak pakaian, kerudung maupun perhiasan yang kita pakai. Cukup semprotkan pada bagian-bagian tertentu seperti, leher, pergelangan tangan, maupun pergelangan kaki. Jadi, #memesonaitu adalah membuat diri sendiri nyaman terlebih dahulu, lalu orang di sekliling kita pun bisa merasakan kenyamanan seperti yang kita rasakan.

Kalau kalian, lebih suka varian bunga Vitalis yang mana ? Ikuti flower test disini yuk untuk tahu yang mana pilihan varian yang cocok dengan kepribadianmu! Ssssttt, siapa tahu kamu bisa menangkan 1 buah iPhone 6S atau 5 voucher Sodexo serta berbagai hampers lainnya lho!

Good luck!


adalah ketika kita bisa memetakan visi hidup kita sendiri. Bisa sebagai perempuan yang bekerja atau tidak bekerja, bisa sebagai perempuan yang sudah menjadi ibu ataupun belum menjadi ibu. Menurut saya itu penting, karena hal itu menjadi dasar untuk menentukan misi apa yang akan kita pilih dan jalankan untuk mencapainya.




Saya selalu terpesona setiap kali melihat perempuan yang hidupnya terencana dengan baik. Dilihat dari cara berpikir, berpakaian, beragama dan bersosial semua dilakukan dengan baik dan benar. Atau dengan istilah lain yang sering kita dengar, adanya keseimbangan antara habluminallah dan habluminannaas.

Konsisten dalam perencanaan hidup memang bukan hal yang mudah. Tetapi akan jauh lebih sulit apabila kita tidak tahu kita harus apa dan bagaimana dalam hidup ini. Memetakan rencana hidup juga bukan berarti kita dituntut untuk selalu mengikuti pola hidup orang lain yang sama. Itulah mengapa, kita harus membuat pola sendiri sesuai pemikiran dan kepribadian kita masing-masing.

Di umur yang sebentar lagi memasuki kepala tiga, membuat saya dan suami wajib menyisihkan waktu untuk membicarakan tentang rencana keluarga kami. Mulai dari tempat tinggal sekarang, tempat tinggal saat masa pensiun nanti tiba, pendidikan akademik dan non akademik untuk buah hati kami kelak, bahkan sampai peningkatan kualitas diri sebagai makhluk beragama juga bersosial. Semua sering kami bicarakan dengan suasana santai, tanpa ambisi yang berlebihan. Dengan cara inilah, paling tidak kami jadi bisa tahu tugas masing-masing dari kami harus bagaimana untuk mewujudkan tujuan keluarga  kecil kami.

Peta hidup ini bisa juga menjadi rem atau pengingat kita disaat kita sedang diuji. Tidak bisa dipungkiri, bahwa dalam hidup akan selalu ada ujiannya. Entah bersifat kesenangan, atau kesulitan. Jadi karena kita sudah tahu ujungnya akan seperti apa, in syaa Allah kita bisa lebih mudah menerima dan menjalankan ujian-ujian yang akan datang.

Ada contoh menarik lain. Saya mempunyai teman (seumuran), yang selama hidupnya dan sampai detik ini, dia tidak tahu tujuan hidupnya apa. Bahkan saat masalah besar melanda, dia juga tidak tahu apa masalahnya dan kenapa masalah-masalah tersebut bisa terjadi. Jadi otomatis dia pun tidak tahu harus menjalani  hidup seperti apa dan bagaimana. Katanya “gue mah let it flow aja”. Beruntung, dia dikelilingi oleh keluarga serta teman-teman yang baik, yang selalu ada dan menolongnya  saat dia bingung menghadapi ujian hidup. Meskipun seringkali, nasihat itu tidak digubrisnya. Ya seperti yang saya katakan, dia kan tidak tau apa masalahnya, jadi dia juga tidak tahu harus cari solusi yang bagaimana. Ada tidak di lingkungan kalian, orang-orang yang seperti ini ?

Tapi kembali lagi, bagaimana punya hidup yang tidak bertujuan ? Seperti travelling, bagaimana kita bisa memutuskan akan naik kendaraan apa ke negara tujuan kita, kalau negara tujuannya saja kita tidak tahu ?

Jadi #memesonaitu bukanlah semata-mata tentang fisik yang sempurna, harta yang berlimpah, seberapa tinggi akademik yang sudah kita raih, seberapa besar omset perusahaan yang sudah kita hasilkan, seberapa banyak branded stuff yang sudah kita miliki, seberapa sering kita travelling, seberapa banyak orang yang kenal kita, dan lain sebagainya.






Seperti yang saya jelaskan di awal paragraf, #memesonaitu disaat kita sebagai wanita tau tujuan akhir hidup kita, tau kapasitas diri sendiri akan tujuan tersebut, berani memilah mana yang baik dilakukan dalam kehidupan beragama dan bersosial, dan istiqomah dalam menjalani segala ikhtiar untuk mencapai tujuan tersebut sesuai porsinya, tanpa ambisi yang berlebihan & tanpa ekspektasi yang terlalu tinggi.

Kalau menurut kamu, apa arti #memesonaitu ?

Yuk ikutan blog competition “Memesona Itu“ dengan cara, daftar di http://www.pancarkanpesona.com/memesonaitu?utm_source=blog%20puteri lalu submit blog link dan post cerita kalian sebelum 10 April 2017. Akan ada hadiah 2 kamera mirrorless untuk 2 orang, dan 5 voucher MAP sebesar  IDR 1.000.000 serta 20 hampers menarik.

Klik disini untuk informasi lebih lanjut.
Assalamu'alaikum!

Sebelum pindah ke Hannover, banyak hal yang dipersiapkan. Mulai dari barang apa saja yang paling perlu dibawa, sampai research untuk produk perawatan wajah sekaligus badan apa yang perlu diganti.

Kalau wajah, aman karna banyak sekali referensi dari blogwalking dan dari website-website khusus ulasan produk kecantikan. Hanya saja, saya agak kesulitan mencari produk apa yang pas untuk kulit badan. Karena punya pengalaman ketika di Maroko, kulit kaki saya pernah lecet dan luka, jadi saya agak was-was dengan pergantian air dan udara nanti di Hannover.

Nah, semenjak sampai di sini. Saya akhirnya keliling kota untuk cari langsung produk yang pas untuk kulit badan saya. Pertama ke toko Rituals, lalu selanjutnya ke L'Occitane. Saya sudah beli beberapa produk dari dua brand ini tapi belum saya coba semua, jadi belum bisa di-review. Nah, kali ini saya akan bahas brand ketiga yang saya temukan, yaitu Wellness & Beauty.

Saya menemukan Wellness & Beauty di Rossman (drugstore). Pertama saya liat kemasannya dulu. Lucu! Biasa yaa perempuan. Asal lucu pasti bisa jadi alasan untuk beli barang. Padahal definisi lucu yang perempuan maksud kadang ga sama dengan apa yang laki-laki pikir. Hehe.


Exfoliate! Itu yang saya inginkan sekarang. Yaa, sejak diopname 3 minggu dan pemulihan satu bulan sampai seluruh jahitan kering, pasti badan saya penuh dengan kulit mati karna hanya bisa waslap. Dan akhirnya saya bisa exfoliate kulit badan saya dengan Körperpeeling ini. Ini semacam lulur scrub dengan almond dan ekstrak bambus. Sama dengan cara pemakaian lulur yang lain, saya hanya gosokkan saja sampai si kulit mati terangkat semua. Setelah seluruh bagian selesai, lanjut dengan Milchbad. Ini semacam mandi susu yang kandungannya terdapat shea butter, susu almond dan vitamin E. Jadi, setelah exfoliate, pasti kulit jadi lebih kering. Maka itu dibutuhkanlah Milchbad ini untuk melembabkan kembali kulit kita.

Saya baru pakai dua kali produk Wellness & Beauty ini. But I'm impress! Nggak terlalu mahal tapi bagus sekali hasilnya. Kulit mati terlihat jelas, seperti hasil scrubbing di salon. Kulit saya yang selama sakit keriput (karena kering dan belum boleh mandi), akhirnya bisa kembali elastisitasnya. Pun dengan kekusamannya yang sedikit demi sedikit pudar dan terlihat lebih cerah. Alhamdulillah.

Oiya, ini untuk teman-teman yang ada di Indonesia. Kalau mau coba atau mau beli produk-produk Eropa, bisa liat Instagram @schatzi_id yaa. Teman saya Rizka buka PO dan akan pulang ke Indonesia sebentar lagi. Jadi bisa titip lewat Schatzi ID. In syaa Allah amanah. :)

Kalau ada teman-teman yang tinggal di Eropa, boleh dong share produk badan kalian apa saja dan bagaimana. Saya akan dengan senang hati baca review kalian! :)

Refleksi itu apa sih ?

Menurut KBBI, arti Refleksi adalah sebagai berikut :

/re·flek·si/ /réfléksi/ 1. Gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar: penyair pada hakikatnya adalah suatu -- dari masyarakat sekelilingnya; 2. Gerakan otot (bagian badan) yang terjadi karena suatu hal dari luar dan di luar kemauan atau kesadaran; 3. Cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dari kecintaan terhadap bahasa itu.

Lalu bagaimana tentang refleksi seseorang dalam kehidupan sosialnya ? Apakah benar kalimat "don't judge a book by it's cover ?" Ataukah justru kita boleh menilai sesorang dari luarnya, karna hati siapa yang tahu ?

Hannover, Germany
Hari ini saya sengaja keluar rumah sendiri untuk pertama kalinya pasca laparotomy. Nekat memberanikan diri karena cuaca sangat bagus untuk bisa dinikmati. Jadi saya putuskan untuk pergi ke area Rathaus. Sejak pindah ke Hannover, saya belum sempat mengunjungi touristy places disini. Begitu sampai di depan Rathaus, terdapat danau kecil yang cantik dan terlihat merefleksikan beberapa pohon yang ada disekitarnya. Karena pohonnya cantik, maka refleksinya pun cantik. Lalu saya langsung teringat pada negara tercinta saya, Indonesia. Bukan, bukan homesick. Tapi saya sedih melihat semua yang terjadi di Indonesia beberapa bulan ini. Negeri yang indah & kaya sedang "diacak-acak" keindahan & kekayaannya. Bukan hanya oleh petinggi negeri ini, tapi juga oleh rakyatnya sendiri.

Kalau boleh dihubungkan dengan topik "Reflection" kali ini, saya mau bertanya pada semua teman se-akidah saya, bagaimana kah kalian merefleksikan keimanan kalian dalam kehidupan sehari-hari ? Apakah refleksi luar tak menjadi pertimbangan & penilaian kalian ketika memilih sekolah, perusahaan, partner bisnis bahkan jodoh ? Saya coba berikan sedikit analogi ya.

Analogi pertama :
Misal si A ingin mendaftar ke Universitas XY. Lalu si B, teman sekolahnya A mengatakan bahwa Universitas XY itu jelek karna pernah tawuran (hanya lihat di media tanpa tahu dalamnya kampus tersebut seperti apa dan bagaimana). Lalu A telan mentah-mentah perkataan si B dan tak jadi mendaftar di Universitas XY. Sedangkan si B terus menfitnah sekolah tersebut ke temannya yang lain, hanya agar dia bisa satu sekolah lagi dengan teman-temannya.


Analogi kedua :
Misal, si Rangga ingin khitbah si Cinta. Lalu sebelumnya, Rangga cari tau dulu bagaimana refleksi seorang Cinta dari habluminnallah-nya dan habluminannaas-nya. Bukan percaya gosip si ini dan si itu. Juga bukan dari proses pacaran yang (terima atau tidak) memang banyak mudharatnya.

Kira-kira, mana yang lebih sering terjadi ? Analogi pertama atau kedua ? Menilai orang hanya dari yang tampak lalu menyebar fitnah, atau menilai orang dari yang tampak plus cari tahu dari yang sengaja disembunyikan lalu bijak dalam mengambil keputusan ?

Kalau boleh bersuara sedikit saja, saya disini bukan mau sok pintar dan sok suci seperti yang kalian sering tuduhkan ke para pendukung #AksiDamai411. Tapi hanya saja, saya ingin mengingatkan bahwa kita perlu melihat refleksi seperti apa yang kita (sebagai muslim) pantulkan selama ini.

Sudah sempurna kah sholat kita hingga kita berhak menghujat ulama kita yang ibadah sholatnya jelas jauuuh diatas kita ? Sudah rutinkah sedekah kita hingga kita berhak memfitnah teman se-akidah kita dibayar IDR 500K per orang saat #AksiDamai411 ? Sudah banyakkah surat dalam Al-Qur'an dan hadith yang kita hafal hingga kita berhak memaki hafidz dan ahli tafsir ? Jika jawabannya belum, dan masih hidup sebagai manusia hedon', maka diamlah, perbaiki diri dan cukup berdoa agar bangsa ini masih diselamatkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan begitu, kita turut membantu merefleksikan keindahan Islam yang sebenarnya.

Ayat dibawah ini adalah pesan dari langit untuk kalian yang sering bertanya "Untuk apa bela agama Allah ? Padahal Allah itu tetap mulia tanpa kalian bela. Pun dengan Qur'an yang tetap suci & mulia tanpa kalian bela".

QS. Al - Hadid (57 : 25)

 أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖوَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚإِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa".

Tulisan ini saya buat bukan untuk memperkeruh suasana. Juga bukan untuk menghakimi teman-teman muslim saya yang kontra akan #AksiDamai411. Ini untuk saya sebagai self reminder karena murni ini keresahan hati saya yang jelas masih miskin ilmu. Juga untuk teman-teman yang pro agar tetap tawadhu.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala melindungi kita dan negeri ini dari segala fitnah dan kedzoliman.
Assalamu'alaikum!

Alhamdulillah senang bisa kembali menulis di blog sendiri setelah diopname di Jakarta lama, lalu persiapan pindah ke Jerman dan sampai Jerman juga masih harus diopname.

Kali ini saya belum mau cerita tentang apa yang saya alami beberapa bulan ini. Tapi saya mau berbagi tentang masker wajah yang lamaaa sekali saya tidak gunakan.

Yep, saya belum pernah memang share tentang masker apa saja sih yang saya gunakan selama ini. Sejujurnya saya ini pecinta masker, mulai dari clay mask, mud mask sampai sheet mask.

Intermezzo sedikit, sejak saya sakit dari Ramadhan lalu sampai sekarang, intensitas saya membersihkan wajah bahkan melakukan rutinitas skincare pada biasanya, bisa dihitung jari. Karena untuk angkat badan saja rasanya berat, apalagi merawat muka. Selama diopname, pasca laparoscopy dan laparotomy disini pun hanya diperbolehkan waslap badan. Dengan keadaan seperti itu, membuat kulit wajah saya sangat kusam dan kulit mati menumpuk.

Nah, kalau di Jakarta, saya bisa langsung pergi ke klinik kecantikan untuk membersihkan wajah, tapi lain dengan disini. Jadi andalan saya ya masker wajah untuk exfoliate dan mengecilkan pori-pori.

Say hello to my new holy grail face mask from Origins!
Beberapa merk clay mask sudah pernah saya coba. Tapi yang ampuh dan terlihat nyata perubahan di wajah, so far hanya Origins. Kandungan active charcoal-nya membuat sedikit rasa tingling ketika diaplikasikan ke wajah. Tapi rasa itu hanya sebentar sebelum seluruh maskernya kering. Beberapa teman ada yang memakainya sebagai overnight mask, tapi saya hanya berani pakai 20-30 menit, karena kulit saya agak sensitif dan tipis.

Dengan kondisi berbulan-bulan tanpa perawatan wajah, saya fokus untuk exfoliate kulit saya dalam seminggu 3x. Artinya, dalam waktu pemakaian masker Origins ini, setelah saya bilas, saya lanjutkan dengan exfoliate toner. Begitu terus sampai benar2 terlihat si kulit mati terangkat, dan pori-pori mengecil.

Kekurangan dari masker ini adalah baunya (ya, khas bau charcoal sih) dan ketika membilasnya (langsung kotor hitam-hitam). Tapi dua kekurangan ini bisa ditutupi dengan kelebihan-kelebihan yang saya jelaskan diatas.

Masker ini sayangnya juga belum ada di Indonesia. Dan nggak semua online shop menjualnya. Beruntung sejak saya pindah ke Jerman, alhamdulillah jadi mudah untuk beli produk Origins.

Nah, kalau teman-teman merasakan problem yang sama dengan saya, tertarik dan mau beli produk Origins, bisa titip teman saya di Instagram @schatzi_id atau @xu.me_ dan nanti dikirim ke Indonesia. Jadi boleh dicek langsung ke sini ya!

Assalamu'alaikum,

Ketika semua orang membicarakan Pixi Glow Tonic, justru saya mau bahas Pixi Glow Mist. This is not a sponsored post ya. Jadi murni pengalaman sendiri. Eh, kalopun ada post berbayar, in syaa Allah juga nggak pernah menulis yang tidak dialami sendiri sih, alhamdulillah. :p

Saya beli mist ini kalau tidak salah di TWL Cosmetics. Kenapa tidak tertarik untuk membeli tonicnya ? Karena saya tipe yang kurang begitu suka membeli barang yang over-rated. Adakah yang seperti saya ? Kalau ada, ngacung di kolom komen ya.

Face mist yang biasa saya pakai adalah Avene. Mist terbaik untuk hydrates menurut saya. Kemudian tertarik dengan Pixi Glow Mist karna melihat kandungan yang terdapat di dalamnya, yaitu Argan Oil. Dimana saya penasaran sekali dengan oil yang satu ini. Saya sudah mencoba coconut oil dan maracuja oil. Dan sampai saat ini, maracuja is still the best beauty oil I think. But maybe next time I would love to try a 100% Argan Oil from Josie Maran.

Jadi dalam face mist ini tidak hanya mengandung argan oil, tetapi 12 minyak natural lainnya, propolis, aloe vera dan extract buah-buahan. Berarti seharusnya face mist ini sangat baik untuk kulit kita.

Kalau menurut petunjuk pemakaian, face mist bisa digunakan kapan saja. Misal, setelah makeup pakai ini, bisa membuat efek dewy finish pada wajah kita. Lalu, kapanpun kita ingin wajah kita segar, tinggal kita semprotkan beberapa ke bagian wajah dan leher.

Pertama coba, saya pakai ini setelah saya makeup. Dan ya, memang tampak hasil dewy finish, tapi saya tidak sarankan untuk pakai ini setelah makeup. Karena kandungan natural oils dan formulanya yang sticky, membuat makeup tampak tidak menempel dan malah jadi berminyak. Jadi, Avene masih menjadi face mist favorit saya untuk hydrates wajah setelah makeup.

Setelah pengalaman tersebut, saya pakai face mist ini hanya ketika tidak makeup dan di rumah seharian. Karna kita jadi tidak perlu pakai pelembab. Tinggal semprotkan Pixi Glow Mist, wajah kita sudah ternutrisi dan terjaga. Dan hasilnya benar-benar dewy, and I love it!

Kalau ada teman-teman yang punya pengalaman berbeda dengan Pixi Glow Mist, yuk sharing di kolom komen! ;)














Assalamu'alaikum,

Menurut kalian, apa sih arti pertemanan ? Kalian happy nggak sih dengan pertemanan kalian saat ini ? Atau teman-teman kalian hanya dianggap sebagai orang yang sebatas menemani kalian belanja dan makan minum ? Atau sudah bisakah kalian membedakan arti teman atau sahabat yang sebenarnya ?

Saya orang yang jarang sekali posting foto teman-teman saya di Instagram. Saya jauh lebih nyaman berbagi kebahagiaan di Path, karna ruang lingkup yang memang hanya teman saya yang bisa lihat. Bagi saya, perempuan-perempuan cantik di foto dalam post saya kali ini adalah beberapa orang penting yang Allah hadiahkan untuk saya. Dari semasa kita kecil sampai di umur yang sekarang pasti kita punya sahabat kan ? Nah, mereka lah salah satu sahabat saya di umur saya yang sekarang, di dunia fashionpreneur. Kalau di masa sekolah sampai kuliah, ya berbeda lagi.

Apakah sahabat harus orang yang selalu chat dengan kita tiap hari ? Atau harus ketemu tiap saat ? No. Kami bertemu dan chat justru jarang sekali. Apalagi teteh-teteh Monel yang berdomisili di Bandung membuat saya susah ketemu mereka. Makanya paling happy kalau ada event di Bandung. Bisa sambil kerja sekalian silaturahmi. Berbeda dengan Kak Novie yang mudah saya temui di Jakarta. Saya sering main ke rumahnya pun ke klinik kecantikan bersama.

Banyak ilmu dan inspirasi yang saya dapatkan dari para senior saya ini. Merekapun tak pelit ilmu. Bahkan terlalu sering menjadi penolong saya ketika diawal-awal saya merintis bisnis. Pertemanan kami tidak seromantis pertemanan anak-anak muda dimasanya. Ketika kami bertemu, kami cerita banyak hal yang terjadi dalam hidup masing-masing. Kalau ada masalah, tak segan kami bercerita satu sama lain. Trust, itu yang jadi pegangan pertemanan di usia sekarang. Bukanlah teman yang bisa diajak happy--happy saja, melainkan teman yang bisa mendengarkan apa masalah kita, bicara salah meskipun teman kita salah, membela apabila teman kita benar. Kalau dari penjelasan saya , kesannya serius banget ya pertemanannya ? Aslinya mah enggaa.. Of course we did much silly things. Dan nggak lupa, biar terasa muda terus, sesi foto nggak boleh ketinggalan dong. Hehe. Kalau sudah jarang ketemu, melihat album foto adalah salah satu hal yang menyenangkan. Serta bisa menjadi motivasi untuk segera silaturahmi kembali.

Dear kakak-kakakku. Semoga ukhuwah ini sampai ke Jannah-Nya ya.

Aamiin yaa rabbal aalaamiin.



Assalamu'alaikum!

Kali ini saya mau berbagi rasa penasaran saya tentang satu produk perawatan rambut, yaitu Kaminomoto.

Apa sih Kaminomoto ? Kok susah banget sih nyebutinnya ? Memang produk dari mana sih ?

Jadi, sebelum saya menemukan produk ini, sempat terpikir oleh saya bahwa sebagai wanita yang memakai hijab, pakai shampoo anti hair loss saja nggak cukup. Menurut saya, harus ada pelindung setelah membersihkan rambut dengan shampoo & conditioner. Ya, harus ada yang melindungi kulit kepala saya. Bahkan kalau bisa hair growth jauh lebih baik. Wajah kita saja pakai toner setelah cuci muka, masa sih kita nggak mau perlakukan hal yang sama ke kulit kepala kita ? Apalagi yang rambutnya tiap hari selalu diikat dan dihijabi kan.

Nah, pas kebetulan beberapa minggu lalu saya ke mini market, nggak sengaja deh lihat produk ini. Pikir saya, "Bagus nggak ya ? Kemasannya bagus dan dari Jepang pula, harusnya bagus sih."
Jadilah saya pulang dulu untuk cari tau apakah produk ini bagus, aman, ataukah ada produk lain yang sama bagusnya atau malah jauh lebih bagus.

Setelah research tentang produk ini, saya tidak menemukan produk dari brand lain yang serupa. Maka saya putuskan untuk membelinya dan cari di online store saja. Tentu di online store yang banyak jual produk dari Jepang/Korea ya. Pilihanpun jatuh ke Nihon Mart. Alhamdulillah, harganya bahkan lebih murah dari yang saya liat di mini market tempo hari. *teteup*

Pertama kali saya baca kandungan utama beserta fungsi-fungsinya bikin saya makin yakin kalau produk ini bagus. Saya nggak akan sebutin satu-satu karna banyak, jadi silahkan googling ya! :p

Akhirnya setelah pakai selama seminggu, efeknya sudah mulai terlihat alhamdulillah. Kulit kepala jadi lebih segar, di bagian rambut yang selalu diikatpun sudah lebih kuat dari biasanya, dan terasa rambut baru helai demi helai mulai tumbuh. Oiya, wanginya pun nggak terlalu menyengat bahkan cepat hilang begitu kering. Jadi nggak akan ada bau-bau tak sedap macam bau jamu atau rempah-rempah gitu.

Sebenarnya penasaran juga sama shampoo Kaminomoto. Katanya sih kalau dipakai satu paket, bisa jauh lebih bagus hasilnya. Tapi karna stok shampoo (dari brand lain) masih banyak, jadi diputuskan mencobanya lain waktu saja lah. Ingat ibu-ibu, jangan impulsif! :p

Kalau ada dari teman-teman yang tau produk perawatan rambut yang lebih bagus selain ini, boleh di-share di kolom komen ya! :)
Assalamu'alaikum everyone!

Have you ever bought jewelry online ? Or do you prefer going to offline store to make you feel secure about the originality of it ? It's okay if the answer is yes, because hey we're the same! And it's normal.

A simple one always be the chosen. A lovely and oh so delicate ring!
But living in a busy city like Jakarta makes me tired to go to one place to another place. The traffic was so bad and I just can't tolerate it anymore. Alhamdulillah, technology just helps. We can see how many e-commerce now ease our live. We don't need to face the traffic to get what we want. Even we don't need to go to jewelry offline store to get some of them.

A romantic scene to impress the guests.
Can you imagine that we could buy jewelry online in this "criminal" era ? The question is, is it safe ? Or am I insecure ? Now the answer is, I'm not insecure. Why not ? 'Cause I finally found the first and most trusted jewelry e-commerce in Indonesia named ORORI. Just choose which one I like the most, use e-banking for the payment and just sit back & relax while waiting for my purchases. It is so much easier than having to go shopping to jewelry store. Like seriously. Even I can design my own jewelry. If you're curious about it, just visit the website and see how trusted they are. They provide certificate to proof that every product we bought is original. And they just don't sell the fake one. That's the most important thing I guess if we want to invest our jewelry.

A month ago ORORI just held Orori Blogger's Day arranged by Uttara Communication at The Hermitage Hotel, Menteng - Jakarta. They invited me and other bloggers to see the beauty of their collections. And they just asked me, Sonia Eryka and Elizabeth Rahajeng to share our shopping experience at ORORI.

Yes, indeed.
Kamila for opening. 3 pretty violins with great voices as well! Oh, so talented!
The three spoke person of Orori.



The lovely IHB.

Always happy and feel blessed gather with smart people like the bloggers above. How they think, how they dress, how they talk and how they manage their times are like inspiration to me!

Thank you ORORI and Uttara Comm for bringing us here together. Well, see you at another event! :)


Black Abaya : SAÉ
Bag : Zara

It was another afternoon I was spending my time at coffee shop. I just enjoyed every minute I get to spend here. Well, am not coffee hunter, but comfort and calmness that I've got at coffee shop is the reason why I could stay longer than going to shopping mall. How 'bout you ?





Coat & Shirt : SAÉ
Shoes : Charles & Keith
Bag & Watch : Fossil

Location : TOF Sicacilla, Kelapa Gading

Assalamu'alaikum everyone!

Adakah dari kalian yang bibirnya pecah-pecah karna tidak bisa lepas dari racun yang bernama matte lipstick ? Kalau ada, berarti senasib sama saya.

Kalau ada yang ingat, saya pernah ulas produk lokal untuk merawat bibir. Dan itu cocok di bibir saya. Tapi memang dasar hobinya suka mencoba, produk lokal tersebut sudah habis dan bertebaran racun-racun skincare di hidup saya, jadilah saya coba beli Nuxe rêve de miel.

Ini lip balm lumayan mahal. Tapi ya nggak mahal-mahal banget sih, harganya IDR 215.000, but it's worth every penny! Pernah coba dari Estee Lauder tapi nggak ngaruh di bibir saya.

Saya pakai ini ketika malam hari dan pagi harinya si kulit mati yang bandel ini terkelupas dengan sendirinya. Tapi kalau mau sehat bukan hanya pakai lip care ya. Menurut saya, air mineral juga sangat sangat membantu kelembaban kulit. Entah kulit badan, wajah maupun bibir.

Kalian punya brand lain yang lebih oke ? Boleh share di kolom comment ya!


Itulah pertanyaan pertama saya ketika saya datang ke store Glam Glow di salah satu Dept. Store di Jakarta. Sebenarnya saya suka sekali buat masker sendiri di rumah, tapi kok ya "racun" dimana-mana. Iya saya dikelilingi ibu ibu muda yang lagi gencar meracuni skincare dan makeup satu sama lain. Dan salah satu korbannya saya.

Singkat cerita saya nggak sengaja bisa mampir ke Glam Glow. Niatnya sih cuma mau ke Shu Uemura beli foundation. Eh ya kok SPG nya juga "racun". Akhirnya sebelum saya teracuni lebih jauh mengingat harga ukuran normalnya lumayan bikin sedih (Rp. 780.000,-), jadi saya putuskan untuk beli ukuran kecilnya saja yang sebenernya juga ga masuk akal (Rp. 250.000,- per 15 gram).


Sebenarnya ada 5 varian yang tersedia, seperti :

1. Supermud (white)
2. Powermud (green)
3. Youthmud (black)
4. Thirstymud (blue)
5. Brightmud (for eyes)

Nah, untuk apa dan bagaimana fungsi dari masing-masing varian tersebut, bisa coba dilihat disini.

Kulit saya termasuk dalam kategori kombinasi, normal kering dan berminyak di t-zone. Nah setelah SPG Glam Glow menjelaskan masing2 fungsinya, saya hanya tertarik dengan yang hijau dan putih. Ada apa dengan yang hitam, biru atau untuk mata ? Kalau untuk mata saya belum berpikir untuk memakaikan masker. Namun kalau yang biru, baunya sangat tidak enak. Apalagi dipakainya semalaman penuh (overnight mask), jadi kalau suami saya sedang pulang dia pasti tidak suka dengan baunya. Nah kalau yang hitam, kulit saya akan semakin kering pakai itu, plus tidak ada masalah berarti juga yang match dengan fungsi si hitam. Tapi kata SPG nya, yang hitam ini bagus sekali untuk kulit pria. Hmm, bisa jadi saya tertarik untuk masalah komedo suami saya.

Jadi dipilihlah si putih dan hijau. Saya coba aplikasikan di kedua tangan saya. Lalu tunggu sampai kering selama 10menit. Selama saya menunggu saya baca blog teman saya Nalia Rifika disini. Kalau dari blog tersebut sih menyarankan pakai si putih. Tapi setelah dibilas kok ya saya jatuh cinta dengan si hijau. Kulit terasa lebih moist dan lebih cerah. Kalau si putih jadi semakin kering tapi juga mencerahkan juga. Nggak kebayang deh kalau pakai yang hitam akan sekering apa. Tapi saya tetap memutuskan beli keduanya untuk membuktikan apakah yang saya pikirkan benar. Dan untuk mengurangi kekecewaan, saya putuskan beli travel size.

Sampai di rumah saya coba si hijau. Katanya sih masker ini paling bagus dipakai setelah membersihkan makeup, jadi bisa mengangkat kotoran makeup yang tersisa yang tidak bisa terangkat oleh milk cleanser atau toner. Dan setelah saya pakai, voilaaaa! Alhamdulillah makeup rasanya bersih dengan sempurna, kulit serasa lebih kenyal, dan cerah.

Dua hari setelahnya, saya coba si putih. Hasilnya kulit saya di beberapa spot jadi memerah kehitaman dan spot yang lain jadi semakin kering. Tapi efek mencerahkannya bagus sih. Hanya saja karna saya sedang tidak berjerawat jadinya belum merasakan dampak untuk jerawat yang katanya si putih ini jagoannya..


Setelah si masker ukuran kecil ini habis, sepertinya saya akan putuskan beli si hijau dalam ukuran normalnya dan membeli yang lain dalam ukuran kecil saja agar bisa dipakai dalam kondisi tertentu saja.

Kalau kamu, suka Glam Glow yang mana ? :)
Assalamu'alaikum Wr. Wb

Pernahkah anda rindu dengan sesorang yang belum pernah anda temui sebelumnya ? Bahkan anda tidak tahu bagaimana parasnya, tetapi anda bisa rindu sampai gemetar dan menangis ? Pernah ?

Kali kedua saya merasakan itu. Yang pertama ketika membaca tentang Rasulullah SAW dan siang ini tentang Sayidina Umar bin Khattab RA.

Sudah tidak perlu diceritakan lagi bagaimana perjuangan Rasulullah SAW untuk kita para muslim bahkan non muslim. Seorang khalifah yang begitu luar biasa melekat dalam hati kita.

Sekarang, setengah hari ini, saya habiskan waktu dengan membaca dan menonton sejarah Sayidina Umar bin Khattab RA ketika menjakankan kepemimpinannya di Baitul Maqdis. Terharu sekali melihat bagaimana Umar begitu rendah hati & bersahaja ketika datang ke Yerussalem untuk serah terima kunci bersama Uskup Sopronius. Lalu ketika ditawari sholat di gereja oleh Uskup tersebut, beliau menolak karena sifat visionernya.

Beliau mengatakan : "Terima kasih, jika saya sholat di tempat suci anda, para pengikut saya yang tidak mengerti dan orang-orang yang akan kesini di masa yang akan datang, akan mengambil alih bangunan ini kemudian mengubahnya menjadi masjid hanya karna saya pernah sholat di dalamnya. Untuk menghindari kesulitan ini, dan supaya gereja kalian tetap sebagaimana adanya, maka saya akan sholat di luar". Masha Allah.. Dan pelataran yang dulu dipakai Umar untuk sholat, sudah berubah menjadi bangunan yang sekarang dikenal dengan "Masjid Omar", dekat sekali dengan gereja al-qiyamah. Jadi bisa dilihat bagaimana toleransi yang Umar ajarkan kepada kita.

Namun, ketika membaca bagian Umar memerdekakan dan menghormati Yahudi dulu, hati ini pedih. Pedih sekali mengingat bagaimana Yahudi dengan tega kepada muslim disana sekarang. Mereka lupa tentang toleransi yang Umar tinggalkan disana. Sebagai sesama muslim, hati ini seperti tertusuk merasakan apa yang muslim lain rasakan. Bahkan menyebut "Allahu Akbar" saja mereka dilarang masuk Masjidil Aqsha selama 6 bulan. Dan itu bukan saja terjadi kepada umat muslim, tetapi juga umat kristiani sempat beberapa kali dilarang untuk beribadah di gereja al-qiyamah. Astaghfirullah.

Saya tidak ingin membicarakan Yahudi terlalu banyak. Tapi perjuangan khalifah-khalifah terdahulu, bisa menjadi bahan evaluasi untuk para pemimpin di Indonesia dan seluruh dunia, bahwa pintar saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin. Pemimpin harus tegas, arif, adil, bijaksana, mementingkan aqidah serta tawadhu.

Dan pemimpin bukan hanya tentang memimpin negara, tapi juga memimpin diri sendiri serta keluarga. Umar bin Khatab yang sudah dijamin masuk Syurga begitu takut akan larangan Allah SWT, bagaimana kita yang belum pasti masuk dalam Jannah-Nya ?

Semoga kita diberikan umur untuk menjadi insan yang beriman serta berilmu. Semoga kita dan para pemimpin di Indonesia diberikan umur untuk memimpin diri sendiri, keluarga, agama, bangsa dan negara untuk mematuhi seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga kita diberikan kesempatan untuk berkumpul dengan khalifah-khalifah tersebut di Jannah-Nya. Dan semoga kita diberikan umur dan rizki untuk safar ke Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Aamiin ya rabbal alaamiin.






Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ramadan sudah berakhir. Sedih rasanya berpisah dengan bulan ini. Sedih karena merasa ibadah belum optimal dan takut tidak bisa bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya. Semoga saya dan teman-teman masih diberikan umur dan rahmat-Nya untuk kembali bertemu dengan Ramadan di tahun-tahun selanjutnya. Aamiin.

Berbicara tentang sedih, saya jadi teringat akan kondisi rambut saya setelah berhijab belasan tahun ini. Dulu rambut saya lebat dan sehat sekali, tapi karena kelalaian saya dalam perawatan rambut, kesehatannya pun semakin memburuk. Pasti teman-teman yang sudah berhijab tau dong kalau masalah utama perempuan berhijab adalah kulit kepala menjadi gatal, ketombe dan yang paling menyedihkan adalah rambut rontok ?

Nah, saya sudah mengalami itu semua, bahkan rontok masih sampai sekarang. Rambut yang sehat dan tebal sudah bukan milik saya lagi. Itu karena saya selalu mengikat kencang rambut saya tiap memakai hijab. Dan pemakaiannya dalam jangka waktu yang cukup lama. Bisa seharian pakai, lalu dilepas ketika malam hari saja.

Bagi sebagian orang, memilih shampoo dan kondisioner yang tepat adalah hal mudah. Tapi tidak bagi kami yang berhijab. Dalam keadaan selalu ditutup dan diikat serta cuaca yang begitu panas itulah menjadi salah satu pemicu kerusakan rambut.

Ada merk shampoo yang katanya bagus sekali untuk mengatasi ketombe, tapi ketika saya pakai malah ketombean. Ada juga yang ahli dalam mengatasi kerontokan, malah menjadi rontok bahkan bercabang.

Nah, itulah yang membingungkan saya bahkan mungkin perempuan lain disana untuk memilih sebenarnya produk mana yang bagus dan tidak akan berkebalikan merusak rambut kita. Kita memang harus picky karena bagaimanapun juga rambut yang sehat memiliki kontribusi baik untuk mood kita dalam beraktivitas.




Setelah mencoba-coba merk shampoo dan kondisioner, akhirnya ada satu merk yang menarik hati saya untuk saya pakai. Karena iklannya yang terlihat natural, saya memutuskan untuk memakai produk tersebut.

Ya, itulah Dove Hair Therapy Damage Solution. Ada dua varian yang diberikan Dove untuk mengatasi masalah yang saya sebutkan tadi di atas. Yaitu, Total Hair Fall Treatment dan Dandruff Care.

Karena kerusakan yang sedang parah saya alami saat ini adalah kerontokan, maka saya coba dulu lebih dulu adalah Total Hair Fall Treatment. Kandungan dari rangkaian shampoo dan kondisionernya ini mengandung Trichazole yang membantu mengurangi kerontokan rambut dalam dua minggu. Saya sudah mencoba dan alhamdulillah memang nyata perlahan-lahan kerontokan semakin berkurang. Aromanya yang lembut dan tidak menyengat inipun menjadi salah satu alasan kenapa saya pilih Dove.

Untuk varian lain yaitu Dandruff Care, saya belum mencoba karena rambut saya sedang tidak mengalami ketombe. Tapi pasti akan jadi pilihan pertama saya ketika ketombe atau rasa gatal mulai muncul. Karena dalam Dandruff Care ini terdapat Zinc Pto dan Micro Moisture Serum yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan ketombe tanpa membuat rambut kita menjadi kering.

Kalau teman-teman, pilih yang mana ? :)

Sedikit tips dari saya ya. Selain menggunakan rangkaian treatment tersebut, ada baiknya kita juga mulai membiasakan memakai jepit rambut (bukan ikat rambut), memilih sisir yang bergigi renggang, serta tidak memakai hijab dalam keadaan rambut masih basah.

Dan untuk teman-teman yang belum berhijab karena takut rambut rontok, semoga cerita saya ini bisa menjadi pengingat bahwa bukan hijab yang membuat rambut kita rusak. Tapi kita lah yang lalai dalam merawat ciptaan-Nya. Jadi jangan jadikan kerusakan rambut menghalangi teman-teman untuk berijab ya! :)

Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja'alanallaahu minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1636 H ya! :)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.