
Assalamu'alaikum,
Menurut kalian, apa sih arti pertemanan ? Kalian happy nggak sih dengan pertemanan kalian saat ini ? Atau teman-teman kalian hanya dianggap sebagai orang yang sebatas menemani kalian belanja dan makan minum ? Atau sudah bisakah kalian membedakan arti teman atau sahabat yang sebenarnya ?
Saya orang yang jarang sekali posting foto teman-teman saya di Instagram. Saya jauh lebih nyaman berbagi kebahagiaan di Path, karna ruang lingkup yang memang hanya teman saya yang bisa lihat. Bagi saya, perempuan-perempuan cantik di foto dalam post saya kali ini adalah beberapa orang penting yang Allah hadiahkan untuk saya. Dari semasa kita kecil sampai di umur yang sekarang pasti kita punya sahabat kan ? Nah, mereka lah salah satu sahabat saya di umur saya yang sekarang, di dunia fashionpreneur. Kalau di masa sekolah sampai kuliah, ya berbeda lagi.
Apakah sahabat harus orang yang selalu chat dengan kita tiap hari ? Atau harus ketemu tiap saat ? No. Kami bertemu dan chat justru jarang sekali. Apalagi teteh-teteh Monel yang berdomisili di Bandung membuat saya susah ketemu mereka. Makanya paling happy kalau ada event di Bandung. Bisa sambil kerja sekalian silaturahmi. Berbeda dengan Kak Novie yang mudah saya temui di Jakarta. Saya sering main ke rumahnya pun ke klinik kecantikan bersama.
Banyak ilmu dan inspirasi yang saya dapatkan dari para senior saya ini. Merekapun tak pelit ilmu. Bahkan terlalu sering menjadi penolong saya ketika diawal-awal saya merintis bisnis. Pertemanan kami tidak seromantis pertemanan anak-anak muda dimasanya. Ketika kami bertemu, kami cerita banyak hal yang terjadi dalam hidup masing-masing. Kalau ada masalah, tak segan kami bercerita satu sama lain. Trust, itu yang jadi pegangan pertemanan di usia sekarang. Bukanlah teman yang bisa diajak happy--happy saja, melainkan teman yang bisa mendengarkan apa masalah kita, bicara salah meskipun teman kita salah, membela apabila teman kita benar. Kalau dari penjelasan saya , kesannya serius banget ya pertemanannya ? Aslinya mah enggaa.. Of course we did much silly things. Dan nggak lupa, biar terasa muda terus, sesi foto nggak boleh ketinggalan dong. Hehe. Kalau sudah jarang ketemu, melihat album foto adalah salah satu hal yang menyenangkan. Serta bisa menjadi motivasi untuk segera silaturahmi kembali.
Dear kakak-kakakku. Semoga ukhuwah ini sampai ke Jannah-Nya ya.
Aamiin yaa rabbal aalaamiin.
![]() |
| A simple one always be the chosen. A lovely and oh so delicate ring! |
![]() |
| A romantic scene to impress the guests. |
A month ago ORORI just held Orori Blogger's Day arranged by Uttara Communication at The Hermitage Hotel, Menteng - Jakarta. They invited me and other bloggers to see the beauty of their collections. And they just asked me, Sonia Eryka and Elizabeth Rahajeng to share our shopping experience at ORORI.
![]() |
| Kamila for opening. 3 pretty violins with great voices as well! Oh, so talented! |
![]() |
| The three spoke person of Orori. |
![]() |
| The lovely IHB. |
Thank you ORORI and Uttara Comm for bringing us here together. Well, see you at another event! :)
![]() |
| Black Abaya : SAÉ Bag : Zara |
![]() |
Coat & Shirt : SAÉ
Shoes : Charles & Keith
Bag & Watch : Fossil
Location : TOF Sicacilla, Kelapa Gading
|
Assalamu'alaikum everyone!
Adakah dari kalian yang bibirnya pecah-pecah karna tidak bisa lepas dari racun yang bernama matte lipstick ? Kalau ada, berarti senasib sama saya.
Kalau ada yang ingat, saya pernah ulas produk lokal untuk merawat bibir. Dan itu cocok di bibir saya. Tapi memang dasar hobinya suka mencoba, produk lokal tersebut sudah habis dan bertebaran racun-racun skincare di hidup saya, jadilah saya coba beli Nuxe rêve de miel.
Ini lip balm lumayan mahal. Tapi ya nggak mahal-mahal banget sih, harganya IDR 215.000, but it's worth every penny! Pernah coba dari Estee Lauder tapi nggak ngaruh di bibir saya.
Saya pakai ini ketika malam hari dan pagi harinya si kulit mati yang bandel ini terkelupas dengan sendirinya. Tapi kalau mau sehat bukan hanya pakai lip care ya. Menurut saya, air mineral juga sangat sangat membantu kelembaban kulit. Entah kulit badan, wajah maupun bibir.
Kalian punya brand lain yang lebih oke ? Boleh share di kolom comment ya!
Singkat cerita saya nggak sengaja bisa mampir ke Glam Glow. Niatnya sih cuma mau ke Shu Uemura beli foundation. Eh ya kok SPG nya juga "racun". Akhirnya sebelum saya teracuni lebih jauh mengingat harga ukuran normalnya lumayan bikin sedih (Rp. 780.000,-), jadi saya putuskan untuk beli ukuran kecilnya saja yang sebenernya juga ga masuk akal (Rp. 250.000,- per 15 gram).
Sebenarnya ada 5 varian yang tersedia, seperti :
1. Supermud (white)
2. Powermud (green)
3. Youthmud (black)
4. Thirstymud (blue)
5. Brightmud (for eyes)
Nah, untuk apa dan bagaimana fungsi dari masing-masing varian tersebut, bisa coba dilihat disini.
Kulit saya termasuk dalam kategori kombinasi, normal kering dan berminyak di t-zone. Nah setelah SPG Glam Glow menjelaskan masing2 fungsinya, saya hanya tertarik dengan yang hijau dan putih. Ada apa dengan yang hitam, biru atau untuk mata ? Kalau untuk mata saya belum berpikir untuk memakaikan masker. Namun kalau yang biru, baunya sangat tidak enak. Apalagi dipakainya semalaman penuh (overnight mask), jadi kalau suami saya sedang pulang dia pasti tidak suka dengan baunya. Nah kalau yang hitam, kulit saya akan semakin kering pakai itu, plus tidak ada masalah berarti juga yang match dengan fungsi si hitam. Tapi kata SPG nya, yang hitam ini bagus sekali untuk kulit pria. Hmm, bisa jadi saya tertarik untuk masalah komedo suami saya.
Jadi dipilihlah si putih dan hijau. Saya coba aplikasikan di kedua tangan saya. Lalu tunggu sampai kering selama 10menit. Selama saya menunggu saya baca blog teman saya Nalia Rifika disini. Kalau dari blog tersebut sih menyarankan pakai si putih. Tapi setelah dibilas kok ya saya jatuh cinta dengan si hijau. Kulit terasa lebih moist dan lebih cerah. Kalau si putih jadi semakin kering tapi juga mencerahkan juga. Nggak kebayang deh kalau pakai yang hitam akan sekering apa. Tapi saya tetap memutuskan beli keduanya untuk membuktikan apakah yang saya pikirkan benar. Dan untuk mengurangi kekecewaan, saya putuskan beli travel size.
Sampai di rumah saya coba si hijau. Katanya sih masker ini paling bagus dipakai setelah membersihkan makeup, jadi bisa mengangkat kotoran makeup yang tersisa yang tidak bisa terangkat oleh milk cleanser atau toner. Dan setelah saya pakai, voilaaaa! Alhamdulillah makeup rasanya bersih dengan sempurna, kulit serasa lebih kenyal, dan cerah.
Dua hari setelahnya, saya coba si putih. Hasilnya kulit saya di beberapa spot jadi memerah kehitaman dan spot yang lain jadi semakin kering. Tapi efek mencerahkannya bagus sih. Hanya saja karna saya sedang tidak berjerawat jadinya belum merasakan dampak untuk jerawat yang katanya si putih ini jagoannya..
Setelah si masker ukuran kecil ini habis, sepertinya saya akan putuskan beli si hijau dalam ukuran normalnya dan membeli yang lain dalam ukuran kecil saja agar bisa dipakai dalam kondisi tertentu saja.
Kalau kamu, suka Glam Glow yang mana ? :)



























